Breaking News

Lima Langkah Menyusun Kebutuhan Perangkat Lunak

Requirement development atau menyusun kebutuhan sebuah perangkat lunak adalah GGS (Gampang-Gampang Susah). Hal itu dikarenakan menyusun kebutuhan membutuhkan komunikasi yang intens antar pengguna sistem, pemberi dana, hingga tim pengembang. Aliran informasi kebutuhan harus menjadi satu kesatuan yang sama dan tidak drama. Semuanya selaras, sevisi, dan sepenanggungan. Dengan kata lain, menyusun kebutuhan perangkat lunak menjadi hal yang vital. Bagaimana tidak? Sebagus apapun software, tanpa bugs, tanpa celah keamanan, cepat tidak akan berarti jika secara fungsional. Analis bisnis menjadi tumpuan dan koordinator yang menentukan keberhasilan penyusunan kebutuhan perangkat lunak.



Menyusun kebutuhan perangkat lunak dikaitkan dengan empat sudut pandang yakni:
  • Objective: menjelaskan apa manfaat dan juga nilai dari sistem  
  • Data: mendeskripsikan relasi dari objek yang akan dimasukkan dan disimpan.
  • Systems: apa sistem yang sudah ada, apa antarmuka pengguna yang dikembangkan, dan bagaimana sistem bekerja, dan bagaimana.
  • People: mendeskripsikan siapa pengguna sistem.
Lalu bagaimana sudut pandang itu dijabarkan dalam langkah yang sederhana:
  1. Mendefinisikan apa masalah yang dialami oleh klien. (problem bisnis)
  2. Mendefinisikan tujuan bisnis yang akan dicapai apa yang dipecahkan dan bagaimana memecahkannya (business objective) 
  3. Menyusun fitur dan konsep produk (high level features)
  4. Menyusun output dan manfaat setiap fitur (success metric)
  5. Menyusun dokumen kebutuhan (process flow (people) , system (use case), dan data (database))
  6. Mengelola perubahan dokumen kebutuhan.
Pada umumnya seorang analis bisnis menggambarkan setiap langkah dengan berbagai pendekatan visual seperti
  • Problem Bisnis, Success Metric dan Business Objective - dijabarkan dalam diagram Brainstorming diagram 
  • High level features - dijabarkan dalam bentuk Fishbone Diagram / Tree 
  • Process flow - dijabarkan dalam flow chart / BPMN (Business process modelling notation)
  • System - dijabarkan dalam use case diagram
  • Database - dijabarkan dalam ERD (Entity Relationship Diagram) atau DFD (data flow diagram)


Tidak ada komentar