Bertahan Hidup
Startup ISV (Independent Software Vendor) bertahan dengan mengutamakan pengelolaan kas yang ketat, pivot cepat ke produk berbayar, dan pengurangan biaya non-esensial; langkah praktisnya meliputi peta arus kas mingguan, prioritas pendapatan berulang, dan eksperimen penjualan berbiaya rendah. Pertanyaannya bagaimana melakukannya? berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan.
Pertama tanya pada diri sendiri apa pertimbangan utama, apakah liquidities, burn rate yang lebih rendah, dan waktu titik impas. setelah sudah tahu prioritasnya ukur berapa runway tersisa, Jangan-jangan empat bulan lagi ga mampu bayar gaji. Kalau sudah tahu segera hentikan biaya non esensial, fokus ke pekerjaan yang bisa selesai 30-90 hari, dan negosiasi bagi klien yang sanggup berkomitmen jangka panjang
- Hitung runway yakinkan >= tiga bulan
- Burn rate, pangkas biaya non esensial 30%
- Uang tertunda, AM mohon lakukan percepatan penagihan dan tawarkan diskon early pay,
- Revenue, fokus pada upsell existing klien dan model berlangganan.
Kondisi awal: kas Rp300 juta; burn rate Rp120 juta/bulan; runway = 2,5 bulan.
- Langkah 1 — Mapping mingguan: buat laporan kas mingguan, pisahkan fixed vs variable cost; identifikasi pengeluaran yang tidak langsung mendukung revenue.
- Langkah 2 — Penghematan cepat: hentikan sewa kantor; ganti lisensi mahal dengan alternatif open-source; tunda rekrutmen non-kritis → hemat Rp40 juta/bulan.
- Langkah 3 — Fokus revenue cepat: luncurkan micro-course berbayar (Rp500.000, durasi 4 jam) dan paket corporate pilot (kontrak 3 bulan). Target: 150 peserta individu + 2 kontrak korporat bulan pertama → proyeksi pendapatan Rp100 juta.
- Langkah 4 — Percepat penerimaan kas: minta pembayaran di muka untuk kontrak korporat; tawarkan diskon 5% untuk pembayaran 14 hari → kurangi DSO.
- Hasil proyeksi bulan pertama: penghematan + pendapatan → kas neto positif; runway meningkat menjadi >4 bulan.
- ada kemungkinan talenta kunci akan turun gajinya
- pegawai tetap akan mulai menipis karena tidak ada rekrutmen
- kualitas produk menurun.
Tidak ada komentar