Breaking News

Enterprise Architecture untuk Startup Apa Perlu?

Berbicara konteks enterprise architecture (EA) maka kita akan berbicara mengenai berbagai macam aktivitas perencanaan yang matang dan perancangan proses yang solid. Pada organisasi besar, EA menjadi sesuatu yang mutlak ada, tetapi bagi perusahaan kecil seperti startup apakah itu hal yang perlu? Wajar saja jika startup menghindari menyusun EA hal ini dikarenakan perlu waktu, tenaga, dan tentu saja fokus untuk menyusunnya apalagi jika kita kaitkan dengan standar EA yang notabene perlu banyak aktivitas yang dilakukan. Sebut saja TOGAF, Zachman, dan yang lain, semua perlu dipelajari dan bagi startup itu sesuatu yang tidak esensial; setidaknya untuk saat ini.

Contoh EA di TOGAF

Lean EA apa mungkin?

EA tentu lambat laun dibutuhkan oleh organisasi yang menginginkan konsistensi dan juga kesiapan perusahaan. Jadi mau tidak mau suka atau tidak suka maka EA mungkin diterapkan. EA semakin dibutuhkan manakala startup memang berada dibidang bisnis tertentu dan hendak memastikan bahwa bisnisnya fokus, sesuai target, dan juga efisien. Pertanyaannya apakah mungkin EA diterapkan secara langsing dan efisien.

Ekstraksi EA apa jadinya?

Jika buah manggis saja ada ekstraknya, lalu apakah EA juga bisa diekstraksi sehingga hanya bagian yang perlu saja yang dapat digunakan. Artikel kali ini membahas hal-hal yang sifatnya sederhana yang bisa diterapkan di startup dengan pendekatan EA berbasis TOGAF yang disederhanakan.

Tahap 1 - Pemahaman Terhadap Organisasi 
  1. Menentukan misi arsitektur, ini selaras dengan misi organisasi perusahaan. 
  2. Memetakan masalah yang dihadapi klien. Klien atau calon pelanggan apa saja yang hendak menikmati layanan kita perlu dipetakan.
  3. Memetakan struktur organisasi. Pada tahap ini kita menyusun struktur organisasi kita semisal divisi, departemen dan sebagainya.
  4. Menyusun layanan bisnis perusahaan. Pada tahap ini kita menyusun layanan bisnis yang akan diberikan kepada calon klien kita. 
  5. Pemetaan tipe tipe project yang dihadapi oleh perusahaan. Setiap layanan bisnis akan mengarah dan menghadapi berbagai macam jenis project. Sebagai contoh layanan bisnis penjualan software akan memiliki proyek penjualan software yang berlangganan atau proyek penjualan software yang beli putus
  6. Pemetaan arsitektur teknologi yang digunakan. Pada tahap ini teknologi yang dimaksud adalah semua teknologi meliputi software dan hardware yang digunakan oleh perusahaan
  7. Pemetaan peluang dan solusi. Pada bagian ini secara sederhana memetakan peluang yang ada dan solusi yang diusulkan
  8. Perencanaan migrasi. Pada bagian ini dijelaskan berbagai aktivitas perencanaan migrasi apabila klien sudah memiliki solusi yang sudah ada sebelumnya. 
  9. Penerapan tata kelola. Pada bagian ini membahas bagaimana tata kelola organisasi apa saja yang dilakukan secara rutin untuk mengelola layanan bisnis, struktur organisasi, atau yang lain. 
  10. Penerapan arsitektur perubahan. Berbicara mengenai proses yang harus dilakukan dalam melakukan perawatan dan perubahan EA ini.
  11. Penyusunan prinsip perusahaan dalam tata kelola meliputi pilar, nilai, dan praktik pelaksanaannya. 
  12.  Penyusunan kebutuhan perusahaan untuk mencapai semua poin 1 - poin 11 sehingga dapat berjalan dengan baik
Tahap 2 - Pemahaman Terhadap Positioning Product

Konsep ini lebih sederhana dipahami. Pertama perusahaan memetakan produk dan layanan yang mereka miliki. Kumpulan produk dan layanan disusun menjadi sistem, solusi industri, dan solusi organisasi. 


Tahap 3 - Katalog Perusahaan 
Dalam tahap ini perusahaan akan memiliki katalog besar berisi apa yang akan dilakukan dan yang dikembangkan oleh perusahaan.  


 

Tidak ada komentar