Breaking News

Tujuh Dosa Mengapa Belanja Startup Membengkak

Finansial adalah salah satu komponen penting kedua untuk ketahanan startup. Walaupun, startup memiliki komponen terpenting yakni talenta. Tetapi talenta baik tanpa finansial itu seperti mobil tanpa bahan bakar. Pada pos ini kita akan membahas kenapa banyak startup hancur berkeping-keping karena salah memilih jalan dalam menggunakan kemampuan finansialnya. Manajemen bisa saja disalahkan akibat porak-porandanya neraca keuangan tetapi tanpa dukungan tiap talenta baik yang terlibat maupun tidak terlibat dalam aktivitas perancangan finansial, maka stabilitas finansial sebuah startup tentu jauh dari keberlanjutan. Pada artikel ini yuk, kita membahas tujuh dosa yang perlu dihindari agar belanja startup tidak membengkak

#1 Melupakan Konsep Procurement 

Ya pengadaan atau procurement hal ini sering dilupakan proses procurement secara sederhana adalah sebagai berikut
  • Terdapat aktivitas kerja / proyek
  • Terdapat anggaran yang diajukan
  • Terdapat mata anggaran yang akan memenuhi biaya anggaran 
  • Terdapat proses persetujuan anggaran
  • Terdapat pencatatan proses pengeluaran dan anggaran yang disediakan secara rutin 
  • Terdapat review untuk membandingkan anggaran yang diajukan dengan alokasi anggaran yang disediakan oleh mata anggaran

#2 Tidak memiliki ketahanan finansial

Bayangkan ada proyek yang biayanya harus ditalangi dahulu. Lalu, perusahaan berharap dalam perjalanannya terdapat pemasukan untuk menutupi biayanya. Hal ini yang disebut tidak memiliki ketahanan finansial. Pada saat sebuah proyek berjalan maka startup harus sudah memiliki dana talangan minimal sejumlah dengan anggaran yang diajukan. Rumusnya adalah
  • Catat anggaran yang dibutuhkan
  • Kurangi biaya yang sifatnya dapat ditunda hingga akhir proyek
  • Simpan anggaran pada pos yang aman

#3 Biaya Gaib

Biaya gaib adalah biaya yang tiba-tiba hadir di tengah jalan. Biaya gaib hadir akibat inisiatif mendadak dari manajemen, resiko, kena denda dan sebagainya. Hal untuk menyelesaikannya adalah
  • Review dan yakinkan anggaran sudah detail
  • Siapkan anggaran darurat untuk memasukkan biaya gaib ini JIKA tidak dapat dihindari.

#4 Komposisi Anggaran yang tidak realistis

Jika semua anggaran menjadi biaya maka ini adalah contoh anggaran yang tidak sehat. Anggaran yang sehat adalah

  • 50-70 persen untuk pembiayaan pekerjaan
  • 20-10 persen untuk keuntungan dan biaya operasional perusahaan
  • 10-5 persen untuk anggaran darurat
  • 10-15 persen untuk pajak dan biaya lainnya  

#5 Biaya yang tidak menentu

Beda dengan biaya gaib, biaya tidak menentu adalah biaya yang sudah dianggarkan tetapi tidak diketahui jumlah pastinya sebut saja biaya reimburse, biaya tiket perjalanan, hotel dan taksi maka biaya ini tidak menentu, Satu-satunya cara adalah melakukan estimasi anggaran sebaik baiknya dengan cara
  • Catat biaya saat ini atau berkaca pada biaya yang lalu
  • Beri tambahan ruang setidaknya maksimum 5% untuk peningkatan biaya berdasar poin pertama

#6 Terms of Payment yang tidak jelas

Apakah pekerjaan ini jelas akan cair kapan? apakah akan ada down payment? apakah akan dibayar H+60 setelah pekerjaan itu selesai?

  • Jika ada pembayaran di muka maka itu adalah sesuatu yang ideal. Startup dapat memberi kompensasi berupa potongan investasi / diskon.
  • Jika pembayaran tidak jelas maka ini adalah tantangan besar. Yakinkan postur finansial startup sanggup menalangi hingga pembayaran terjadi

#7 Melupakan Nilai Sebuah Uang

Uang akan selalu makin murah di kemudian hari. Artinya uang 10.000 hari ini akan bernilai 10.500 di enam bulan mendatang. Artinya jika startup mengusulkan 10.000.000 dan akan ditagihkan enam bulan mendatang maka startup tersebut harus menghitung nilai uang 
  • Hitung anggaran yang dibutuhkan misalkan 10.000.000 
  • Lihat laju inflasi yang terjadi misalkan 5%, maka 500.000
  • masukkan ke anggaran darurat jadi total anggaran adalah 10.500.000
Demikian tuju dosa mengapa banyak startup yang postur finansialnya melemah. semoga itu bukan startup kamu.
  


Tidak ada komentar