Panduan Setup Kiro CLI di Visual Studio Code dan Visual Studio 2026
Banyak dari kita di komunitas .NET bekerja dengan dua editor sekaligus. VS Code untuk edit cepat, script, dan front end. Visual Studio 2026 untuk solution besar, debugging, dan designer. Ketika AI agent mulai masuk ke workflow, muncul pertanyaan sederhana: apakah kita harus pindah ke IDE baru lagi seperti Kiro Dev?
Dengan Kiro CLI, jawabannya tidak. Kiro CLI adalah AI agent berbasis terminal yang bisa membaca kode, menjalankan perintah, dan mengubah file. Karena berjalan di terminal, Kiro CLI bisa dipakai langsung dari terminal bawaan editor yang sudah kita pakai setiap hari. Kiro memang tidak menyediakan plugin resmi untuk Visual Studio, dan justru di situlah peran CLI: agent yang berjalan berdampingan dengan editor favorit kita.
Artikel ini membahas instalasi, konfigurasi di VS Code dan Visual Studio 2026, setup proyek, workflow harian, dan cara mengatasi error yang paling sering muncul di Windows.
1. Instalasi Kiro CLI
Windows 11 (PowerShell)
irm 'https://cli.kiro.dev/install.ps1' | iex
macOS dan Linux
curl -fsSL https://cli.kiro.dev/install | bash
Setelah instalasi selesai, buka terminal baru agar PATH terbaca ulang, lalu cek:
kiro-cli version
kiro-cli doctor
Hasil kiro-cli doctor yang sehat akan menampilkan pesan bahwa semuanya baik. Kalau ada masalah shell integration, ikuti saran yang muncul sebelum lanjut.
Login
kiro-cli login
Browser akan terbuka untuk proses autentikasi. Anda bisa login dengan GitHub, Google, AWS Builder ID, atau identitas organisasi (IAM Identity Center).
Tips: Kiro CLI melakukan update otomatis di background. Kalau tim Anda butuh versi yang seragam, matikan dengan
kiro-cli settings "app.disableAutoupdates" "true".
2. Konfigurasi di Visual Studio Code
Di VS Code kita punya tiga titik integrasi: terminal profile, task, dan keybinding. Kombinasi ketiganya membuat Kiro bisa dibuka dengan satu shortcut.
2.1 Tambahkan terminal profile Kiro
Buka Command Palette (Ctrl+Shift+P), pilih Preferences: Open User Settings (JSON), lalu tambahkan:
{
"terminal.integrated.profiles.windows": {
"Kiro": {
"path": "pwsh.exe",
"args": ["-NoExit", "-Command", "kiro-cli"],
"icon": "sparkle"
}
},
"terminal.integrated.profiles.osx": {
"Kiro": {
"path": "zsh",
"args": ["-l", "-c", "kiro-cli; exec zsh"],
"icon": "sparkle"
}
},
"terminal.integrated.profiles.linux": {
"Kiro": {
"path": "bash",
"args": ["-l", "-c", "kiro-cli; exec bash"],
"icon": "sparkle"
}
}
}
Sekarang dropdown terminal menampilkan profile Kiro. Saat dipilih, terminal terbuka di folder workspace dan langsung menjalankan agent. Ketika Anda keluar dari Kiro, shell tetap terbuka.
Kalau Anda memakai Windows PowerShell bawaan, ganti
pwsh.exedenganpowershell.exe.
2.2 Aktifkan input multi baris
Kiro mendukung Shift+Enter untuk baris baru, tetapi terminal VS Code perlu sedikit konfigurasi. Kiro bisa mengaturnya sendiri. Di dalam sesi Kiro, jalankan:
/settings terminal
2.3 Tambahkan task dan keybinding
Buat file .vscode/tasks.json di proyek Anda:
{
"version": "2.0.0",
"tasks": [
{
"label": "Kiro: Start agent",
"type": "shell",
"command": "kiro-cli",
"options": { "cwd": "${workspaceFolder}" },
"presentation": {
"reveal": "always",
"panel": "dedicated",
"focus": true
},
"problemMatcher": []
}
]
}
Lalu buka Preferences: Open Keyboard Shortcuts (JSON) dan tambahkan:
[
{
"key": "ctrl+alt+k",
"command": "workbench.action.tasks.runTask",
"args": "Kiro: Start agent"
}
]
Sekarang Ctrl+Alt+K membuka panel Kiro khusus. Saya biasanya memindahkan panel itu ke secondary side bar supaya agent ada di samping kode, bukan di bawahnya.
3. Konfigurasi di Visual Studio 2026
Visual Studio tidak punya plugin Kiro, tetapi terminal bawaan dan menu External Tools sudah lebih dari cukup.
3.1 Tambahkan terminal profile
- Buka Tools > Options > Environment > Terminal.
- Klik Add, lalu isi:
- Name:
Kiro - Shell location:
C:\Program Files\PowerShell\7\pwsh.exe(ataupowershell.exe) - Arguments:
-NoExit -Command kiro-cli
- Name:
- Klik Set as default kalau Anda ingin setiap terminal baru langsung menjalankan Kiro.
Buka melalui View > Terminal, lalu pilih Kiro dari dropdown terminal. Terminal akan terbuka di folder solution, tempat yang tepat untuk menjalankan Kiro.
3.2 Tambahkan External Tools
External Tools berguna kalau Anda ingin Kiro di jendela terpisah yang lebih besar, misalnya di monitor kedua.
- Buka Tools > External Tools > Add.
- Isi:
- Title:
Kiro CLI - Command:
C:\Program Files\PowerShell\7\pwsh.exe - Arguments:
-NoExit -Command kiro-cli - Initial directory:
$(SolutionDir)
- Title:
- Biarkan Use Output window tidak dicentang, karena Kiro butuh terminal interaktif.
Untuk shortcut, buka Tools > Options > Environment > Keyboard, cari Tools.ExternalCommand1 (angkanya sesuai urutan entry di daftar External Tools), lalu pasang Ctrl+Alt+K agar sama dengan VS Code.
3.3 Atur reload file otomatis
Kiro mengubah file di disk saat Visual Studio masih membukanya. Supaya tidak muncul dialog reload berulang kali, buka Tools > Options > Environment > Documents dan aktifkan reload otomatis untuk file yang berubah selama tidak ada perubahan yang belum disimpan. Biasakan menyimpan pekerjaan sebelum meminta Kiro mengubah file yang sama.
4. Buat Kiro Memahami Proyek Anda
Konfigurasi editor hanya menentukan di mana Kiro berjalan. Konfigurasi proyek menentukan seberapa baik hasilnya. VS Code dan Visual Studio memakai folder .kiro yang sama, jadi cukup diatur sekali per repository.
4.1 Steering file
Buat .kiro/steering/project.md di root repository:
# Project Context
- Solution .NET 10, ASP.NET Core Web API dan Blazor
- Build dengan `dotnet build`, test dengan `dotnet test`
- Gunakan xUnit dan FluentAssertions untuk unit test
- Ikuti aturan .editorconfig yang sudah ada
- Jangan mengubah file di folder /Migrations secara manual
- Gunakan async method dan cancellation token di public API
Kiro membaca steering file secara otomatis di setiap sesi. Commit folder ini supaya seluruh tim, apa pun editornya, mendapatkan perilaku agent yang sama.
4.2 MCP server
MCP memungkinkan Kiro terhubung ke tool eksternal seperti server dokumentasi, GitHub, atau database. Ada dua lokasi konfigurasi:
- Level workspace:
.kiro/settings/mcp.json - Level user:
~/.kiro/settings/mcp.json
Kalau keduanya ada, konfigurasi digabung dan level workspace yang diutamakan. Contoh sederhana:
{
"mcpServers": {
"fetch": {
"command": "uvx",
"args": ["mcp-server-fetch"]
},
"aws-docs": {
"command": "npx",
"args": ["-y", "@aws/aws-documentation-mcp-server"]
}
}
}
Cek server yang aktif dengan /mcp di dalam sesi. Simpan server yang butuh API key di file level user, dan jangan pernah commit secret ke repository.
4.3 Custom agent
Daripada menulis file agent manual, minta bantuan guide agent bawaan:
/guide Create an agent for reviewing C# pull requests against our steering rules
Kiro akan membuat file di .kiro/agents/. Pindah ke agent tersebut dengan /agent swap <nama>.
5. Workflow Harian
Berikut ritme kerja yang saya pakai di proyek .NET, sama persis di kedua editor.
Pagi: orientasi. Buka solution, tekan Ctrl+Alt+K, lalu tanyakan:
> Summarize what changed since yesterday's commits and list open TODOs
Sebelum fitur baru: rencanakan dulu. Tekan Shift+Tab untuk masuk Plan mode. Kiro menyusun langkah kerja sebelum menyentuh kode, jadi Anda bisa mengoreksi pendekatannya sejak awal.
[plan] > Add pagination to the Orders endpoint with tests
Saat bekerja: rujuk file dengan tepat. Gunakan @ dengan tab completion:
> Review @src/Api/Controllers/OrdersController.cs for null handling issues
Build dan test tanpa keluar sesi. Awali perintah dengan !:
!dotnet test
Tetap pegang kendali. Kiro meminta izin sebelum menulis file atau menjalankan perintah. Tekan y untuk setuju, n untuk menolak. Untuk perintah rutin yang aman, gunakan /tools trust, dan reset semua izin dengan /tools reset.
Debug di editor. Biarkan Kiro menulis kode dan test, lalu gunakan debugger Visual Studio atau Run and Debug di VS Code untuk memverifikasi perilakunya. Pembagian ini membuat Anda tetap memegang kendali atas kualitas.
Konteks baru untuk tugas baru. Gunakan /chat new saat berganti topik, dan /context untuk melihat apa saja yang sedang dimuat beserta pemakaian token.
6. Troubleshooting
6.1 Error "kiro-cli is not recognized" atau "Kiro CLI not found" di Windows
Ini masalah paling umum. Penyebabnya hampir selalu satu dari dua hal: folder instalasi belum masuk PATH, atau editor dibuka sebelum CLI diinstal sehingga masih memakai PATH lama.
Jalankan skrip berikut di PowerShell biasa (bukan dari terminal editor). Skrip ini mencari kiro-cli.exe lalu menambahkan foldernya ke User PATH kalau belum ada:
$f = Get-ChildItem "$env:USERPROFILE\.local", "$env:LOCALAPPDATA" -Recurse -Filter kiro-cli.exe -ErrorAction SilentlyContinue | Select-Object -First 1
if (-not $f) { "kiro-cli.exe tidak ditemukan, silakan instal ulang"; return }
"Ditemukan: $($f.FullName)"
$p = [Environment]::GetEnvironmentVariable("Path","User")
if ($p -notlike "*$($f.DirectoryName)*") {
[Environment]::SetEnvironmentVariable("Path", "$p;$($f.DirectoryName)", "User")
"PATH diperbarui"
} else { "Folder sudah ada di PATH" }
Setelah itu:
- Tutup semua jendela VS Code dan Visual Studio.
- Buka Task Manager dan pastikan tidak ada proses
Code.exeataudevenv.exeyang tersisa. - Buka editor lagi dari Start Menu, bukan dari terminal lama yang masih terbuka, karena terminal lama membawa PATH lama.
- Jalankan
kiro-cli versiondi terminal editor untuk memastikan.
Kalau Anda bekerja lewat WSL atau Remote SSH, ingat bahwa terminal berjalan di sisi remote. Kiro CLI harus diinstal di sana juga, bukan hanya di Windows.
6.2 Masalah lain
| Gejala | Solusi |
|---|---|
| Gagal autentikasi | Jalankan kiro-cli login lagi |
Shift+Enter langsung mengirim prompt di VS Code |
Jalankan /settings terminal di dalam Kiro |
| Visual Studio terus meminta reload file | Aktifkan reload otomatis di Environment > Documents |
| Jaringan kantor memblokir koneksi | Atur environment variable HTTP_PROXY dan HTTPS_PROXY |
| Masalah lainnya | Jalankan kiro-cli doctor, lalu cek log di %TEMP%\kiro-log\logs\kiro-chat.log |
Penutup
Kita tidak perlu meninggalkan VS Code atau Visual Studio 2026 untuk bekerja dengan AI agent. Cukup dengan terminal profile, task atau External Tools, dan folder .kiro yang dipakai bersama, Kiro CLI memberi pengalaman yang konsisten di kedua editor. Mulailah dari steering file, karena langkah kecil ini memberi peningkatan kualitas paling besar. Setelah itu, tambahkan MCP server dan custom agent seiring workflow Anda berkembang.
Punya konfigurasi yang lebih efektif untuk tim Anda? Bagikan di kolom komentar, mari belajar bersama.
Referensi: Kiro CLI Installation, Kiro CLI Setup & First Run, MCP Configuration, Migrating from Q Developer.

Tidak ada komentar