Breaking News

Gaji di Startup Emang Bisa Naik Turun, Ini Cara Kami Bikin Adil Buat Semua

Kerja di startup itu udah pasti beda vibe-nya sama korporat besar atau BUMN. Cash flow bisa naik turun, klien kadang telat bayar, target bisa aja belum tercapai. Bukan berarti kami panik tiap kali ada tantangan, tapi kami mau jujur soal gimana kami mikirin urusan gaji kalau kondisi keuangan lagi kurang oke.

Buat kami, transparansi itu bukan sekadar buzzword. Ini soal trust. Jadi yuk kita bahas gimana kebijakan gaji berbasis performa keuangan yang kami terapkan.

Yang Kami Pegang Teguh

Fasilitas dan benefit di luar gaji tetap aman. Beasiswa, tunjangan, dan semua yang udah disepakati di kontrak awal, gak akan dihapus atau dikurangi. Deal is deal.

Gaji full kalau operasional tercukupi. Selama pemasukan cukup buat nutup kebutuhan gaji operasional, semua orang tetap terima yang seharusnya mereka dapat. No drama.

Tanggung jawab dimulai dari diri sendiri, baru tim. Tiap orang punya PR buat jaga performa terbaiknya. Tiap unit bisnis atau subsidiary punya tanggung jawab mastiin gaji dirinya dan timnya kepenuhi lewat kerja yang solid.

Invoice yang udah jalan tetap dihitung. Kalau tagihan udah disubmit ke klien dan tinggal nunggu cair, kami gak langsung anggap itu sama kayak gak ada pemasukan. Proses yang lagi jalan tetap dihargai.

Terus Kalau Target Operasional Belum Kecapai, Gimana?

Nah ini bagian penting yang harus dijelasin dengan jujur. Target operasional yang kami maksud simpelnya gabungan dari tiga hal, yaitu total kebutuhan gaji semua karyawan di unit terkait, biaya infrastruktur kayak hosting dan lisensi, plus biaya perjalanan dinas buat operasional.

Kalau pemasukan yang masuk belum nutup total kebutuhan itu, penyesuaian emang bisa terjadi. Tapi satu hal yang kami jaga ketat banget, gaji pokok di kontrak gak akan pernah diturunkan. Penyesuaian cuma berlaku di komponen luar gaji pokok, dan besarannya ngikutin seberapa jauh gap antara pemasukan sama kebutuhan operasional.

Terus penyesuaian ini juga gak dipukul rata ke semua orang. Kami percaya makin besar tanggung jawab, makin besar juga risiko yang harus diambil. Jadi board advisory dan founder itu yang paling depan kena penyesuaian paling gede. Level C di luar board advisory nyusul dengan porsi lebih tinggi dibanding karyawan full time dan level lainnya. Karyawan full time tetap dapat perlindungan paling besar, soalnya kami paham mereka yang paling rentan secara finansial kalau ada guncangan.

Biar Kebayang, Ini Contoh Hitungannya

Daripada cuma ngomongin konsep, kami kasih contoh simpel biar kebayang.

Rumusnya begini, Penurunan Gaji = (Gaji Total dikurangi Gaji Pokok) dikali (100% dikurangi Persentase Pemenuhan Target Operasional).

Misalnya, ada seseorang dengan Gaji Total pas kondisi normal sebesar Rp 10.000.000, dan Gaji Pokoknya Rp 3.500.000. Ternyata bulan ini perusahaan cuma berhasil memenuhi 52% dari target operasional. Berarti ada gap sebesar 48%.

Langkah hitungnya kira-kira begini.

Pertama, cari komponen yang bisa disesuaikan, yaitu Gaji Total dikurangi Gaji Pokok, hasilnya Rp 10.000.000 dikurangi Rp 3.500.000 sama dengan Rp 6.500.000.

Kedua, kalikan komponen tadi dengan persentase gap, yaitu Rp 6.500.000 dikali 48%, hasilnya Rp 3.120.000. Itulah nilai penurunan gajinya.

Ketiga, kurangi Gaji Total dengan nilai penurunan tadi, Rp 10.000.000 dikurangi Rp 3.120.000 sama dengan Rp 6.880.000.

Jadi gaji orang tersebut bulan ini jadi Rp 6.880.000, dan Gaji Pokoknya tetap aman di angka Rp 3.500.000 sesuai kontrak. Gak ada yang tiba-tiba gajinya anjlok di bawah gaji pokok, karena itu batas paling bawah yang kami jaga.

Kenapa Kami Milih Cara Ini

Ini semua lahir dari satu keyakinan simpel, leadership itu artinya berdiri paling depan, apalagi pas keadaan lagi susah. Kami mau semua orang yang gabung sama kami kerja dengan rasa aman, hak dasar mereka terjaga, dan keadilan itu bukan cuma jargon doang.

Kami juga percaya keterbukaan kayak gini penting buat dibagiin ke luar, bukan cuma internal. Biar siapa pun yang mau gabung, kolaborasi, atau sekadar penasaran gimana cara kami jalanin bisnis, bisa lihat sendiri kalau keberlangsungan startup dan kesejahteraan orang orang di dalamnya itu bukan dua hal yang saling tabrakan, tapi dua hal yang saling nguatin. Jadi yuk temen-temen VSID jangan ragu buat startup



Tidak ada komentar