Karir yang tidak hilang di era AI - Analis Bisnis
Sebagai analis bisnis beberapa orang khawatir jika pekerjaan kita diambil AI. Tapi kekhawatiran itu beralasan. Dan kenyataannya memang banyak karier menjadi ringkas karena ada AI. Namun demikian, jika kita menguasai sekumpulan keterampilan ini maka ketakutan itu akan sirna. Lalu apa saja yang harus disiapkan dan dipelajari. Berikut enam keterampilan yang dapat dikuasai
Business Analysis Planning and Monitoring
Merencanakan pendekatan analisis, mengidentifikasi stakeholder, menentukan rencana komunikasi, dan mengatur bagaimana kebutuhan dikelola serta dipantau.
Elicitation and Collaboration
Mengumpulkan informasi dari stakeholder melalui berbagai teknik dan memastikan kolaborasi berjalan efektif sepanjang proyek.
Requirements Life Cycle Management
Mengelola kebutuhan dari awal hingga akhir, termasuk pelacakan, pemeliharaan, penilaian perubahan, dan persetujuan kebutuhan.
Strategy Analysis
Menganalisis kondisi saat ini (current state), menentukan kondisi masa depan (future state), menilai risiko, dan menyusun strategi perubahan.
Requirements Analysis and Design Definition (RADD)
Mendefinisikan kebutuhan secara terstruktur dan menyusun desain solusi tingkat tinggi yang siap diimplementasikan.
Solution Evaluation
Menilai apakah solusi memberikan nilai bisnis, mengidentifikasi keterbatasan, dan memberikan rekomendasi perbaikan.
Jika sudah menguasai dan paham pendekatan itu berikutnya adalah memahami teknik-teknik penting yang terdapat di standar BABOK v3
Brainstorming
Teknik untuk menghasilkan ide sebanyak mungkin dari kelompok stakeholder dalam waktu singkat. Berguna untuk eksplorasi awal kebutuhan atau solusi.
Document Analysis
Menganalisis dokumen yang sudah ada (SOP, kontrak, laporan, manual sistem) untuk menemukan kebutuhan, aturan bisnis, atau proses yang relevan.
Interviews
Percakapan terstruktur atau semi-terstruktur dengan stakeholder untuk menggali informasi mendalam tentang kebutuhan, masalah, atau proses bisnis.
Observation
Mengamati langsung bagaimana pengguna melakukan pekerjaan mereka untuk memahami proses nyata, hambatan, dan kebutuhan yang tidak terungkap dalam wawancara.
Prototyping
Membuat representasi visual awal dari solusi (mockup, wireframe) untuk membantu stakeholder memahami dan memvalidasi kebutuhan.
Use Case Modeling
Model yang menggambarkan interaksi antara aktor (pengguna atau sistem lain) dengan sistem untuk mencapai tujuan tertentu. Berguna untuk kebutuhan fungsional.
User Stories
Format kebutuhan dalam Agile: Sebagai [peran], saya ingin [tujuan], sehingga [manfaat]. Fokus pada nilai bisnis dan kebutuhan pengguna.
Acceptance Criteria
Kondisi yang harus dipenuhi agar suatu user story atau fitur dianggap selesai dan diterima. Biasanya ditulis dalam format Given – When – Then.
SWOT Analysis
Teknik untuk menganalisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats organisasi atau proyek. Berguna dalam Strategy Analysis.
Root Cause Analysis
Teknik untuk menemukan akar penyebab masalah, bukan hanya gejalanya. Contoh metode: 5 Whys, Fishbone Diagram.
BPMN (Business Process Model and Notation)
Standar pemodelan proses bisnis menggunakan simbol-simbol seperti event, activity, gateway, dan flow. Membantu BA memvisualisasikan proses secara jelas.
Decision Analysis
Teknik untuk mengevaluasi berbagai opsi keputusan berdasarkan kriteria seperti biaya, risiko, manfaat, dan dampak.
Data Modeling
Mendefinisikan struktur data, hubungan antar data, dan aturan data. Contoh: ERD (Entity Relationship Diagram).
Process Modeling
Membuat representasi visual proses bisnis menggunakan diagram alur atau BPMN untuk memahami, menganalisis, dan meningkatkan proses.
Reviewed by ridife
on
Juli 04, 2026
Rating: 5

Tidak ada komentar