Breaking News

Azure Foundry Sebagai Dasar Memulai AI

Azure Foundry (sebelumnya dikenal sebagai Azure AI Foundry) adalah platform terpadu dari Microsoft untuk membangun, mengoptimalkan, dan mengelola aplikasi AI serta multi‑agent. Platform ini dirancang agar perusahaan bisa membuat solusi AI yang aman, terukur, dan terintegrasi dengan data serta sistem bisnis mereka. 

Azure Foundry adalah platform-as-a-service (PaaS) yang menyatukan model AI, agent, tools, dan governance dalam satu portal. Tujuannya: mempercepat pembuatan aplikasi AI tanpa harus mengelola infrastruktur yang rumit.
Beberapa kemampuan utamanya:

  • Akses ke lebih dari 11.000 model AI (open-source, foundation, multimodal, reasoning).
  • Model customization: fine‑tuning, distillation, dan upgrade otomatis.
  • Model routing: memilih model paling efisien secara otomatis untuk kualitas & biaya optimal.
  • Agent Service: membangun AI agents yang bisa menjalankan tugas kompleks secara otonom.
  • Foundry IQ: grounding AI pada data perusahaan dengan keamanan dan kontrol akses bawaan.
  • Integrasi enterprise: lebih dari 1.400 konektor ke SAP, Salesforce, Dynamics 365, dan lainnya.
  • Governance & observability: monitoring, tracing, evaluasi, dan kontrol keamanan terpusat.
Jadi intinya ketika hendak melakukan pengembangan aplikasi dengan dukungan AI maka Azure Foundry dapat membantu pengembangan dengan menyediakan infrastruktur dan platform yang ada. 

1) Models
Memungkinkan memilih, membandingkan, dan menguji berbagai model AI untuk use case tertentu.
2) Agent Service
Membangun multi-agent systems yang bisa:
  • berkolaborasi,
  • menjalankan workflow kompleks,
  • terhubung ke sistem bisnis,
  • dan tetap berada dalam kontrol manusia.
3) Foundry IQ
Mesin RAG (Retrieval-Augmented Generation) enterprise untuk:
  • menghubungkan AI ke berbagai sumber data,
  • menjaga keamanan & izin akses,
  • menghasilkan jawaban berbasis data nyata dengan sitasi.
4) Tools & Integrations
Katalog tools (publik & privat) untuk:
  • OCR, speech, translation, object detection,
  • integrasi API via Model Context Protocol (MCP),
  • workflow automation melalui Logic Apps.
5) Governance
Satu lapisan kontrol untuk:
  • keamanan (Defender),
  • identitas & akses (Entra ID),
  • monitoring performa & biaya.

Platform ini ideal untuk organisasi yang ingin:

  • Membangun aplikasi AI generatif dengan cepat.
  • Mengembangkan AI agents untuk otomatisasi proses bisnis.
  • Menghubungkan AI ke data internal secara aman.
  • Mengelola banyak model AI dalam satu tempat.
  • Menjaga keamanan, kepatuhan, dan governance tingkat enterprise.
Lalu apa bedanya dengan Azure Open AI. Semoga tabel ini menjawab. 



Tidak ada komentar