Breaking News

Sudah Pakai Agile, Tapi masih Berantakan, Ini solusinya

Mengapa Proyek Perangkat Lunak Selalu Terlambat Walau Sudah Menggunakan Agile dan Bagaimana Mengatasinya?

Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan perangkat lunak adalah menyelesaikan proyek tepat waktu. Banyak proyek yang mengalami keterlambatan, biaya berlebih, atau kualitas rendah. Hal ini tentu saja merugikan baik bagi pengembang maupun klien.

Salah satu metode yang diklaim dapat mengatasi masalah ini adalah Agile. Agile adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang menekankan pada kolaborasi, adaptasi, dan pengiriman nilai secara cepat dan terus-menerus. Agile menggantikan siklus hidup pengembangan perangkat lunak tradisional yang linear dan kaku dengan siklus iteratif dan inkremental yang lebih fleksibel dan responsif.

Namun, apakah Agile benar-benar dapat menjamin kesuksesan proyek perangkat lunak? Apakah dengan menggunakan Agile, proyek perangkat lunak akan selalu selesai tepat waktu? Jawabannya adalah tidak. Agile bukanlah solusi ajaib yang dapat menyelesaikan semua masalah pengembangan perangkat lunak. Agile juga memiliki tantangan dan hambatan tersendiri yang dapat menyebabkan proyek perangkat lunak terlambat.

Lalu, apa saja faktor-faktor yang dapat menyebabkan proyek perangkat lunak terlambat walau sudah menggunakan Agile? Dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut adalah beberapa di antaranya:

Kurangnya komunikasi yang detail dan koordinasi. Komunikasi dan koordinasi yang efektif adalah kunci dari Agile. Tanpa komunikasi dan koordinasi yang baik, tim tidak akan dapat berkolaborasi, berbagi informasi, memberikan umpan balik, atau menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahpahaman, konflik, duplikasi pekerjaan, atau ketidak-sinkronan antara anggota tim. 
Untuk mengatasi hal ini, tim harus melakukan komunikasi dan koordinasi secara rutin dan terstruktur, misalnya dengan menggunakan alat-alat seperti papan kanban, aplikasi pesan instan, atau video konferensi. Tim juga harus membuat aturan-aturan yang jelas tentang siapa yang bertanggung jawab atas apa, bagaimana cara melaporkan kemajuan atau masalah, dan bagaimana cara memberikan atau menerima umpan balik.
Pro Tips: 
  1. Lakukan koordinasi internal harian atau setidaknya mingguan, bahas mengenai isu, ketidak-jelasan dan hal yang lain. 
  2. Sebelum koordinasi eksternal yakinkan di koordinasi internal sudah terselesaikan jangan lewati koordinasi internal dengan berharap klien melakukan review mandiri
  3. Jangan menunda untuk memperoleh kesempurnaan hasil, komunikasikan secara rutin walau progress sedikit lakukan rutin setidaknya 1 minggu sekali kepada klien

Kurangnya perencanaan dan estimasi. Perencanaan dan estimasi adalah proses yang penting dalam pengembangan perangkat lunak. Tanpa perencanaan dan estimasi yang baik, tim tidak akan dapat menentukan ruang lingkup, prioritas, sumber daya, jadwal, atau anggaran proyek dengan akurat. Hal ini dapat mengakibatkan perubahan-perubahan yang sering terjadi, pekerjaan-pekerjaan yang tidak selesai, atau kesenjangan antara harapan dan kenyataan. 
Untuk mengatasi hal ini, tim harus melakukan perencanaan dan estimasi secara realistis dan terukur, misalnya dengan menggunakan teknik-teknik seperti user story mapping, planning poker, atau story point. Tim juga harus membagi pekerjaan menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat (sprint) dan melakukan review dan retrospektif setelah setiap sprint untuk mengevaluasi hasil dan melakukan perbaikan.
Pro Tips: 
  1. Pahami proses bisnis secara detail jangan lupa kritis kepada pelanggan agar estimasi presisi
  2. Jangan lupa lakukan perekaman rencana dalam satu tempat dan monitor pergeserannya jangan hanya buat Microsoft proyek di awal lalu melupakannya pada saat jalan.
  3. Estimasi diperbarui setiap pertemuan dengan klien sehingga dapat lebih presisi dan tidak mengada-ngada, cepat ya pendek, panjang ya sulit.  

Kurangnya keterlibatan dan komitmen. Keterlibatan dan komitmen adalah sikap yang diperlukan dalam Agile. Tanpa keterlibatan dan komitmen yang tinggi, tim tidak akan dapat memberikan nilai kepada klien secara maksimal. Hal ini dapat mengakibatkan ketidakpuasan, ketidak-efisienan, atau ketidakberlanjutan proyek. 
Untuk mengatasi hal ini, tim harus meningkatkan keterlibatan dan komitmen dengan cara-cara seperti membuat visi dan misi proyek yang jelas dan menarik, memberikan otonomi dan tanggung jawab kepada anggota tim, memberikan penghargaan dan pengakuan atas prestasi tim, atau membuat lingkungan kerja yang kondusif dan menyenangkan.
Pro Tips: 
  1. Gunakan mekanisme satu pintu, tidak semua tim harus berjumpa klien cukup yang utama misalnya Account Manager, Product Owner, dan Solution Architect
  2. Gunakan konsep collective ownership, pas ada yang berhalangan maka harus ada pengganti, komitmen kehadiran dalam rapat dan capaian perlu dipegang dan jadikan dasar bonus kinerja.
  3. Gunakan tools yang disepakati bersama, jika dapat jadi satu tools itu akan baik tetapi jika tidak maka jangan dipaksakan. Identifikasi tools kunci misalnya Azure DevOps, Project, Figma, SharePoint, dsb. 

Kesimpulan

Proyek perangkat lunak dapat terlambat walau sudah menggunakan Agile karena berbagai faktor, seperti kurangnya komunikasi dan koordinasi, kurangnya perencanaan dan estimasi, atau kurangnya keterlibatan dan komitmen. Untuk mengatasi hal ini, tim harus melakukan komunikasi dan koordinasi yang efektif, perencanaan dan estimasi yang realistis dan terukur, serta meningkatkan keterlibatan dan komitmen yang tinggi. Dengan demikian, tim dapat meningkatkan peluang untuk menyelesaikan proyek perangkat lunak tepat waktu dengan menggunakan Agile.





Tidak ada komentar