Breaking News

Siklus Kehidupan Start-up

Dunia start-up tentu adalah dunia yang menarik bagi sebagian orang. Bagaimana tidak! start-up saat ini menjadi sebuah simbol dan rukun memperoleh kesuksesan karir bagi beberapa kaum millennial. Perusahaan besar yang dikenal unicorn di Indonesia tidak lain adalah start-up yang menjelma menjadi perusahaan raksasa walau terbilang muda (<10 tahun). Pada artikel ini kita akan sama-sama membahas bagaimana karirmu di start-up dan bagaimana menyikapi kemajuan dan perkembangannya. Kita membayangkan lima tahun dirimu di start-up. Tulisan ini disusun berdasar pada konsep start-up financing lifecycle (SFL). Tahun yang disampaikan tentu bisa lebih cepat dan lebih lambat bergantung pada berbagai aspek eksternal dan internal.

Tahun Nol (0-1 tahun)

Ini adalah tahun tersulit bagi kamu yang berada di start-up. Kalau kamu co-founder / founder masa ini dikenal dengan masa fasting and investment. Puasa dan berinvestasi adalah aktivitas disini. Satu tahun pertama tim start-up umumnya melakukan aktivitas pembuatan produk, model bisnis, dan juga berbagai aktivitas fail-fast (coba dan gagal) atau spike solution (ide kasar) diterapkan. Tahun 0-1 adalah tahun tanpa penghasilan sehingga pada tahun ini semua yang terlibat dalam start-up tersebut pada umumnya menjadi founder dan co-founder. Seeding, Bootstrap, hingga Angel Investor mungkin hadir dan tertarik karena ide Anda. Mereka rela siap merugi atas ide Anda.

kata kunci: visi start-up, investasi, fail-fast

Tahun Kesatu (1-2 tahun)

Pada tahap ini start-up sudah memiliki penghasilan dan mulai menyerap tim dari luar. Tim-tim yang terlibat menjadi bagian penting. Rekan-rekan yang diajak bergabung pada umumnya dipilih berdasar sebuah 'kesesuaian karakter'. Pada tahun ini start-up sudah menghasilkan. Gaji sudah mulai ada.. dan kecepatan kenaikannya signifikan karena berbagai kemajuan yang dialami. Pada tahap ini kepemilikan mulai diperhitungkan. nilai sebuah start-up mulai dikristalkan dalam badan hukum entah itu CV, PT, atau UD. 

kata kunci: legalitas, kesiapan produk, ROI

Tahun kedua (2-3 tahun)

Bisnis sebuah start-up mulai dikelola dengan manajemen dan administrative yang mencukupi. Start-up mulai memikirkan, mengadopsi, dan memodifikasi gaya start-up di luar sana yang membangun brand dan kesuksesan lewat manajemen strategis. Adopsi DevOps, Lean, Scrum, dan yang lain amat terasa disini. Fasilitas lain di luar bonus dan kepemilikan mulai diperhatikan. Start-up sudah memiliki model bisnis inti dan model bisnis yang berubah. model bisnis inti menjadi tulang punggung penghasilan, model bisnis lain dieksperimenkan untuk menyokong penghasilan utama. konten menjadi hal penting dalam membangun brand yang berkelanjutan

Kata kunci: konten, brand, revenue stream

Tahun ketiga (3-4)

Pada mas ini semua hasil investasi sudah terbayarkan. start-up mulai masuk ke tahap kedewasaan. Perpecahan memiliki probabilitas muncul disini. Perbedaan idealisme dan pragmatis menjadi penyebab beberapa co-founder mundur. Ekspansi usaha terus dilakukan, beberapa perusahaan lain yang tertarik dengan model bisnis yang sama akan melakukan usaha akusisi atau kompetisi. Pada tahap ini keseimbangan sudah tercapai. Konflik mulai terjadi baik eksternal maupun internal. 

Kata kunci: stabil, ekspansi, konflik, keseimbangan

Tahun keempat (4-5)

ini adalah fase yang menjemukan dalam sebuah start-up yang dikenal juga dengan later stage. Walaupun secara finansial relatif tetapi tim mulai jenuh dengan rutinitas start-up. Identitas start-up mulai bergeser menjadi perusahaan biasa. profit-driven bisa menjadi salah satu sebab kejenuhan. Anggota tim mulai datang dan pergi. Produktivitas tim mulai surut, stabil, pasang, surut kembali. Tim-tim inti yang tetap bertahan adalah menjadi juaranya. Tim-tim yang pergi atau pindah ke start-up lain yang lebih maju atau lebih baru dapat terjadi. Beberapa tim yang bertahan mulai merumuskan proses investasi yang lebih jauh seperti menuju kepemilikan saham dan sebagainya. Professional development mulai dipikirkan. 

Kata kunci: kejenuhan, dinamisme perubahan, professional development, saham kepemilikan

Tahun kelima (>5) 

Pada tahap ini start-up menunggu peluang lebih lanjut untuk melebarkan sayap ke bisnis yang baru atau bisnis yang sama dengan pendekatan berbeda. Ekspansi pasar, ekspansi sumber daya, atau ekspansi lini produk mulai dilakukan. Publik sudah mengenal produk dan solusi yang diusulkan. Kompetitor yang go-publik juga mulai berkompetisi secara sehat. Saham valuasi mulai dapat dinikmati oleh masyarakat. Beberapa start-up bisa saja ditawar oleh perusahaan multi-nasional dan memiliki gaya keberhasilan sendiri. Ada start-up di depan layar sukses dikenal banyak orang, atau start-up di belakang layar sukses menjadi pemasok pasar-pasar vertikal. 

Kata kunci: akusisi, ekspansi, saham publik, gaya kesuksesan 

sayangnya satu start-up dengan yang lain tidak dapat dipatok kesuksesannya dalam lima tahun tersebut bisa saja lebih cepat dan lebih lambat. Jadi apakah kamu siap jadi pemilik start-up.





Tidak ada komentar